Top Banner Advertisement
  • Small Discription For Image - 1.

  • Small Discription For Image - 2.

  • Small Discription For Image - 3.

  • Small Discription For Image - 4.

New Post

Rss

Tampilkan postingan dengan label Ngawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngawi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 04 April 2014
Pembangunan Jalan Tol Solo - Mantingan - Ngawi

Pembangunan Jalan Tol Solo - Mantingan - Ngawi

Sumber Kompas
RepublikTi – Pembebasalan lahan untuk jalan tol Solo-Mantingan-Ngawi di Kabupaten Ngawi sudah mencapai 98 persen. Ngawi mendapatkan jatah panjang jalan tol trans Jawa itu 50 kilometer. Lebar jalan itu mencapai 12 meter.

Menurut Bupati Ngawi Budi Sulistyono, dari luasan tanah yang diperlukan, pembebasan lahan sudah mencapai 98 persen. 
“Sisanya masih dua persen, namun kami upayakan agar bisa dibebaskan. Itu tanah milik warga desa, yang kebetulan agak sulit mau melepaskan tanahnya,” ujar Budi kepada Surya beberapa waktu lalu.
Namun karena pembangunan jalan tol sepanjang 90,1 kilometer tersebut sudah dimulai sejak akhir tahun 2013 lalu, pihaknya berusaha keras agar sisa kekurangan lahan tersebut segera bisa dibebaskan.
Sementara itu, pihak PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur siap membantu pendanaan pembangunan jalan tol tersebut. Apalagi jalan itu berada di Jatim yakni di Ngawi.

Direktur Utama Bank Jatim Hadi SUkrianto mengatakan ada skema kredit sebanyak 20 persen diberikan kepada korporasi. Pembiayaan korporasi itu antara lain digunakan untuk pembangunan insfrastruktur seperti jalan tol dan pabrik gula.

Bank Jatim tergabung dalam pembiyaan sindikasi untuk jalan tol Cinere. Untuk jalan tol Cinere itu, tahun ini diharapkan pembiayaan yang terserap antara Rp 100 miliar – Rp 200 miliar. Bank Jatim juga membiayai pembangunan PG Glenmore Banyuwangi senilai Rp 200 miliar yang diharapkan bisa dicairkan tahun ini.
“Apalagi untuk pembiayaan pembangunan jalan tol di Jatim, jelas kami juga siap tergabungdalam sindikasi pembiayaan,” ujar Hadi.
Berdasarkan data, jalan tol SOlo-Mantingan-Ngawi merupakan jalan tol sepanjang 90,1 kilometer menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pencanangan pembangunan dimulaiSeptember tahun lalu oleh Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto.

Pembangunan dimulai dari Solo, Jateng. Jalan tol Solo-Mantingan-Ngawi merupakan bagian dari program Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Ekonomi Jawa.

Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Solo-Mantingan-Ngawi ditandatangani pada 28 Juni 2011 dengan Badan Usaha Jalan Tol PT Solo Ngawi Jaya. Nilai investasi pembangunan Jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi porsi Badan Usaha Jalan Tol adalah sebesar Rp 5,2 triliun yang akan dipenuhi melalui modal sendiri dan pinjaman dari sindikasi perbankan yang dipimpin oleh Bank Mandiri. 
Sumber : (Surya Online)
Selasa, 28 Januari 2014
Temui petani Ngawi, Ibas makan nasi jagung

Temui petani Ngawi, Ibas makan nasi jagung


Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) berkunjung ke sentra pertanian jagung di daerah pemilihannya Kecamatan Karang Anyar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Sambil berdiskusi dengan para petani, putra bungsu SBY itu juga mencicipi produk-produk panganan yang berasal dari jagung.

Seperti bothok jagung, nasi jagung, perkedel jagung dan emping jagung yang disediakan ibu-ibu dari Gapoktan Desa Mengger. Di kawasan pertanian jagung yang luasnya hampir 1000 Ha tersebut, Ibas juga turut memanen jagung sekaligus mengajak para petani untuk terus meningkatkan produksi jagung nasional.

"Mari kita terus tingkatkan produktivitas pertanian jagung nasional," ujar Ibas di Desa Mengger Kecamatan Karang Anyar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, seperti siaran pers yang diterima merdeka.com, Senin (27/1). Meski mundur dari Senayan, Ibas kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Dapil Jatim VII (Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Ngawi dan Magetan).

Di hadapan Gapoktan, Muspida dan masyarakat Desa Mengger, Kecamatan Karang Anyar, Kabupaten Ngawi, Ibas berterima kasih kepada para petani jagung yang telah bekerja keras serta berupaya meningkatkan produksi pertanian jagung.

"Terima kasih kepada para petani jagung yang telah bekerja keras menghasilkan jagung yang berkualitas, bukan hanya sebagai panganan pokok, tapi semua bagian dari tanaman jagung dapat di manfaatkan. Ini merupakan potensi yang harus terus dioptimalkan," tutur Ibas.

Camat Karang Anyar, Kabul Tunggul Winarno, mengatakan Kecamatan Karang Anyar yang sebagian wilayahnya merupakan hutan dan juga ladang jagung, warganya sebagian besar berprofesi sebagai petani jagung.

"Karang Anyar merupakan sentra pertanian jagung unggulan dengan asumsi sekali panen 300-500 ton," ungkap Kabul.

Ibas melanjutkan, saat ini pemerintah tengah berupaya meningkatkan infrastruktur serta sarana prasarana pertanian. Selain itu, Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) dalam kurun waktu 2008-2013 untuk 47 000 desa se-Indonesia, dengan anggaran lebih dari 4,7 Triliun terus digalakkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani.

"Melalui Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), para petani diberikan penyuluhan bagaimana meningkat produksi, mengolah hasil panen, agar memiliki nilai ekonomis yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani," kata Ibas.

Ibas menambahkan, bukti keseriusan pemerintah terhadap pertanian jagung nasional tercermin dari meningkatnya produksi hasil jagung nasional. "Produktivitas jagung harus ditingkatkan. Saat ini produksi jagung di tingkat nasional sebesar 19 juta ton, meningkat 8 ton dibanding produksi tahun 2004," tutup Ibas.

Sumber : http://www.merdeka.com
Minggu, 19 Januari 2014
Usai Blusukan Ngetrail Bareng, Kadispariabudpar Ngawi Tewas Terlindas Truk

Usai Blusukan Ngetrail Bareng, Kadispariabudpar Ngawi Tewas Terlindas Truk

Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Dispariabudpar) Kabupaten Ngawi, Eko Purnomo, (45), tewas secara mengenaskan terlindas truk di Jalan Raya Ring Road, Dusun Bulung, Desa Kartoharjo, pada Sabtu sore sekitar pukul 14.30 WIB, (18/01) setelah mengikuti agenda rutin ngetrail bersama di Waduk Pondok, Bringin.

Korban diketahui tewas dilokasi kejadian setelah motor trail yang dikendarainya tertabrak truk nopol AE 8526 N yang dikemudikan Mardi Yoga Pangestu, (52), warga Desa Patihan, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan. Truk tersebut juga menabrak sepeda motor jenis Supra X bernopol AE 5474 KT yang dikendarai Dwi Sakti Pancawati, (22), warga Desa Pohkonyal, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi.

Menurut beberapa saksi mata dilokasi kejadian menyebutkan kecelakaan beruntun terjadi saat korban atas nama Eko Purnomo mengendarai motor trailnya melaju dari arah utara ke selatan menuju rumahnya di Perumahan Tentrem, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi Kota. Saat dilokasi kejadian korban hendak menyalip truk yang disopiri Mardi.

Setelah berhasil mendahalui korban secara mendadak hendak putar balik ke kanan karena jarak truk yang dibelakangnya sudah terlalu dekat akhirnya tabrakan tidak bisa dihindari. “Tadi saya lihat pengendara sepeda motor trail itu tiba-tiba mau balik kanan karena mepet dengan truk maka terjadilah tabrakan dan korban sempat terseret beberapa meter,” terang Sumarno salah satu warga sekitar lokasi kejadian.

Urainya, truk baru bisa berhenti setelah menabrak satu pengendara sepeda motor dari arah berlawanan yang dikendarai Dwi Sakti Pancawati. Untungnya meski Dwi Sakti Pancawati tertabrak lumayan keras namun hanya mengalami robek dikedua dahinya serta luka babras dibagian perutnya yang langsung dilarikan ke RS Widodo Ngawi.

Petugas Laka Lantas Polres Ngawi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan
saksi dan barang bukti, guna mengetahui penyebab pasti terjadinya kecelakaan. Sementara Jasad korban langsung dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi untuk diautopsi.

Sementara di sekitar kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi terlihat hampir seluruh pejabat Kabupaten Ngawi memberikan penghormatan terhadap kawan sejawatnya untuk terakhir kali. Dari pantauan media dilokasi terlihat Budi Sulistyono Bupati Ngawi berserta wakilnya Ony Anwar serta Ketua DPRD Kabupaten Ngawi.

Dalam kenangnya Budi Sulistyono selaku Bupati Ngawi dengan nada terharu mengatakan Eko Purnomo merupakan salah satu stafnya yang sangat mencintai pekerjaanya dan setia kepada pimpinan tanpa mengenal waktu. Kemudian usai dilakukan visum oleh tim medis RSUD dr Soeroto Ngawi, jasad korban langsung di bawa ambulans menuju rumah duka untuk dimakamkan. (pr)
Sumber :
http://www.sinarngawi.com/
Senin, 13 Januari 2014
Erwiyana Sulistiyaningsih : Nasib Pahlawan Devisa dari Ngawi

Erwiyana Sulistiyaningsih : Nasib Pahlawan Devisa dari Ngawi

Kronologi :

1)Nama Korban : Erwiyana Sulistiyaningsih 2)Alamat : Rt 05 Rw 03 Dusun Kawis Desa Pucangan Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi
3)Diberangkatkan oleh PT Graha Ayu Karsa, Tangerang
4)Agency:Chans Asia Recruitment Centre,
5)Majikan : Law Wan Tung, Block xx, Flat xx, Beverly Garden 1 Tong Ming Street Tsueng Kwan O Kwln HK





Kronologi berdasarkan penuturan saksi Rian ATKI :
Detik-detik terakhir menjelang masuk pesawat, Rian mengaku bertemu dan mencurigai kondisi korban. Melihat ada gelagat yang tidak beres serta kondisi fisik korban yang tidak wajar, Rian mendesak pengakuan korban mengenai apa yang terjadi. Kepada Rian, korban mengaku dipulangkan sekaligus di PHK secara sepihak. Korban mengaku sering dipukuli dan disiksa majikan. Namun saat hendak menawarkan untuk menyelesaikan secara hukum, saat itu korban yang secara psikis sangat tertekan, menolak. Korban hanya ingin segera pulang ke tanah air.


Selanjutnya, Rian membantu menolong korban sampai dengan masuk pesawat, dan berusaha untuk bisa tetap duduk mendampingi korban yang mengeluh sakit dan pusing. Mendarat di bandara Soeta, mereka melanjutkan penerbangan ke Solo. Lepastengah hari, dengan menumpang taksi, mereka bergegas menuju ke rumah/kampung halaman Erwiyana. Sesampai di rumah korban, Rian sempat memberi penjelasan kepada keluarga utamanya kepada kedua orang tua korban mengenai ihwal pertemuan mereka. 


Malam harinya, keluarga korban berinisiatif membawa korban ke sebuah rumah sakit islam amal sehat Sragen Jawa Tengah untuk mendapatkan perawatan.

Kronologi menurut penuturan korban Erwiana Sulistyaningsih:
Korban berangkat ke Hong Kong melalui jasa PT Graha Ayu Karsa yang memiliki kantor cabang di Ponorogo. Terbang ke Hong Kong pada bulan Mei 2013 setelah sebelumnya menunggu proses pemberangkatan selama 8 bulan di penampungan. 3 bulan di kantor cabang Ponorogo, dan 5 bulan di kantor pusat tanggerang.

Sejak pertama kali masuk ke tempat majikannya bekerja, korban sudah mencium gelagat kekerasan setiap hari. Setiap kesalahan selalu diselesaikan dengan hukuman kekerasan. Jika yang salah tangannya, yang dipukul tangannya, jika yang salah telinga, maka yang menjadi sasaran pemukulan adalah telinga. 


Rumah tempat dia bekerja dihuni oleh tiga orang saja yaitu; nyonya (majikan perempuan) dan kedua anaknya yang sudah remaja. Majikan laki-laki tidak pernah kelihatan. Nyonya majikan menurut korban adalah tipikalnya aneh, seperti memiliki penyimpangan kepribadian. Menuntut kesempurnaan yang tidak masuk akal, tidak punya perasaan dan mudah sekali melakukan kekerasan. 


Saat sebulan pertama korban bekerja di rumah tersebut, korban pernah sekali melarikan diri dengan pertolongan security gedung untuk mengadukan kondisinya ke agen. Di agen, korban dimediasi dengan majikan dan akhirnya kembali lagi ke rumah majikan. Sekembali ke rumah majikan, keadaan tetap tidak berubah.

Lebih parah lagi, saat kulit telapak kaki dan tangan korban mengalami pecah pecah akibat alergi dingin (musim dingin), majikan sama sekali tidak ada inisiatif untuk membawanya pergi berobat ke praktek dokter/rumah sakit. Hal tersebut membuat luka di telapak tangan dan kaki menmbulkan bau tidak sedap, dan bau tidak sedap tersebut menjadi biang bertambah parahnya penyiksaan terhadap korban. 


Tidak sedap di kaki, kaki langsung dipukul, tidak sedap di tangan, tangan langsung dipukul dengan apa saja terkadang gagang sapu, tongkat untuk menaik turunkan jemuran, gagang vacuum cleaner lantai. Terhadap luka tersebut, majikan memperlakukan korban dengan menutup rapat-rapat kaki dan tangannya agar tidak mengeluarkan bau. Namun perlakuan ini justru membuat luka korban menjadi semakin parah, bahkan infeksi.

Jam kerja korban selama bekerja di rumah tersebut sebanyak 21 jam, dengan waktu istirahat 3 jam saja selama 24 jam. Asupan makanan yang diberikan jauh dari cukup, bahkan menurut korban sangat kurang. Hal ini menurut korban membuat korban pernah sekali dengan terpaksa mencuri makanan lantaran kelaparan. Peristiwa mencuri makanan tersebut berbuntut pada penyiksaan yang lebih menyakitkan lagi.

Selama bekerja di rumah tersebut, korban belum pernah sama sekali menerima hak dia berupa gaji, jatah libur dan perlakuan yang layak. Korban pernah mempertanyakan hal tersebut, dan oleh majikan dijawab nanti saja kalau sudah habis masa kontrak seluruhnya akan dibayar, supaya bisa terkumpul. Korban hanya menurut saja.

Saat korban akan dipulangkan dengan tiba-tiba, dia diantar ke bandara oleh majikannya, dibelikan tiket kemudian didampingi sampai dengan benar-benar masuk ke dalam ruang tunggu setelah melakukan check in. Majikan berpesan kepada korban agar jangan mendekat ke kerumunan orang, jangan mau berbicara dengan orang lain, jangan menunjukkan gelagat yang mencurigakan. 


Kalau ada orang yang bertanya jawab dengan tidak tahu. Majikan mengancam korban, jika selama di perjalanan sampai dengan di rmah, korban bercerita macam-macam kepada siapapun, majikan korban dengan jaringannya akan membunuh kedua orang tua korban. Karena ancaman inilah korban mengaku sangat ketakutan saat bertemu dengan saksi Rian dari ATKI yang bertanya tentang kondisinya.

Saat bertemu saksi Rian, korban hanya membawa baju yang menempel di badan, sebuah tas jinjing kecil serta uang pecahan 100 ribu rupiah.

Hasil pemeriksaan medis :
Diagnosa sementara korban mengalami cellulitis akut tangan dan kaki dan bekas benturan benda tumpul.
Saat ini korban dirawat di rumah sakit islam amal sehat,Sragen Jateng.
Dokter yang menangani dokter Iman Fadli.

Sragen; 11 Januari 2014

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=842140502467729&set=a.700775379937576.1073741826.700733133275134&type=1&theater
Copyright © 2012 RTi News All Right Reserved